Banjir Melanda Jakarta

Anggota Senkom menyusuri perumahan penduduk untuk menjaga kamtibmas dan mendata jumlah korban banjir di Jakarta.

Judul Berita 2

Keterangan foto berita 2.

Judul Berita 3

Keterangan foto isi berita 3.

Judul Berita 4

Keterangan berita isi 4.

Judul Berita 5

Keterangan foto isi berita 5.


SELAMAT DATANG DI WEB SENKOM LOKAL01 KOTA KOTAMOBAGU SEMOGA BERMANFAAT SENKOM MENEMBUS JARAK TANPA BATAS

Chating Dengan Admin

Ketua Senkom Kotamobagu

Ketua Senkom Kotamobagu
Suheriyanto,S.Km

Penulis Blog

Penulis Blog
Kang Aan Sulut.01.10

POLRES BOLMONG


.

Popular Posts

Selasa, 12 Juli 2011

Hidup Sehat,Murah Meriah



Setelah seharian di tempat kerja,sangatlah melelahkan,bahkan membuat stres,tegang otot,dan mudah marah,
Namun ada jalan keluarnya.yang tanpa harus mengeluarkan biaya mahal,yakni dengan berolahraga pagi,Dengan berolahraga pagi,adalah merupakan"Obat penghilang ketegangan dan stres agar segar bugar dan fit"demikian di ungkapkan oleg Gubernur Sulawesi Utara DR.Drs.Sinyo Harri Sarundajang.
Orang nomor satu di Sulawesi Utara ini selalu meluangkan waktunya untuk berolahraga pagi dengan menggunakan "Kendaraan Tanpa Bensin"atau bersepeda santai.
Untuk itu Sarundajang berharap kepada semua warga Sulawesi Utara terlebih pada generasi muda untuk tidak terlalu beranimo pada kendaraan bermotor,tapi kembalilah pada sepeda,"Sepeda masih digunakan di negara-negara maju di dunia saat ini,termasuk di eropa,apalagi di manado mempunyai wilayah untuk bersepeda yang baik,apalagi jalan utamanya"ujarnya.
Info lengkap

Senin, 11 Juli 2011

Perahu Karam di Bengawan Solo,7 Tewas 3 Hilang



Korban tewas perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur, hingga pagi ini berjumlah tujuh orang.

Tim SAR gabungan dari Brimob Polda Jatim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro akan melanjutkan pencarian tiga korban lain pada Selasa (28/6/2011) pagi ini yang masih dinyatakan hilang. Pencarian kemarin dilakukan hingga menelusuri dasar sungai.

Tujuh korban yang sudah ditemukan adalah Ngadiono, juru kemudi perahu, warga Desa Sonorejo, Kecamatan Rengel, Tuban. Selain itu juga ditemukan, Solikin, Sanaji, Kayat, Sunarti, dan Diah.

Mereka adalah warga Desa Lambangan, Kecamatan Soko, Tuban. Satu jenazah lagi adalah Tarji, warga Desa Grabakan, Tuban.

Rata-rata korban ditemukan dalam radius 50 hingga 100 meter dari lokasi tenggelamnya perahu. Para korban juga ditemukan hampir bersamaan karena perahu yang dikerahkan untuk pencarian cukup banyak. Selain itu arus air sungai Bengawan Solo tidak terlalu deras.

Semua korban dibawa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro untuk diidentifikasi. Setelah diketahui identitasnya, korban langsung dibawa pulang keluarga.

Kepala BPBD Bojonegoro Kasiyanto yakin bahwa korban lainnya berada di posisi tidak terlalu jauh dari penemuan kemarin.

“Kami yakin korban belum terlalu jauh hanyut terbawa arus. Kami yakin akan lebih cepat lagi mengevakusinya,” ujarnya.

Tiga korban yang masih dalam pencarian adalah lain bernama Samidi (70), Jamilah (50), dan Suparti (22). Ketiganya warga Desa Lambangan, Kecamatan Soko, Tuban.

Status Siaga, Radius 3km Dari Puncak Gunung Lokon Disterilkan


Gunung Lokon yang berada di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinaikan statusnya dari waspada menjadi siaga. Akibatnya jalur pendakian ditutup sementara, radius 3 Kilometer dari puncak gunung wajib disterilkan.

"Karena gunung ini kan termasuk gunung yang banyak didaki, dengan peningkatan status berarti kita juga tutup jalur pendakian. Kita sudah minta radius 3 Kilometer dari puncak untuk disterilkan," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono saat dihubungi kami, Selasa (28/6/2011).

Menurut Surono, naiknya status Gunung Lokon disebabkan oleh meningkatnya aktivitas tremor di gunung itu. "Ketinggian hembusan asap panas juga juga semakin meningkat, sehingga statusnya kita naikkan," terangnya.

Kenaikan status gunung Lokon dari waspada menjadi siaga diampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief.

"Status Gunung Lokon naik dari waspada mejadi siaga," ujar Andi lewat pesan singkatnya kepada kami,

Gunung Lokon sendiri terletak di sebelah barat Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) yang juga bersebelahan dengan Gunung Mahawu. Gunung Lokon mempunyai ketinggian 1.580 meter dan merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia.

Gunung ini terakhir meletus pada tahun 2001, akibatnya sebagian wilayah Kota Manado yang berjarak sekitar 25 KM dari gunung itu, ditutupi hujan debu. Material debu yang dikeluarkan dari kawah gunung api ini berbentuk lava pijar dan ketinggiannya diperkirakan mencapai 400 meter.

Data dari Wikipedia menyebutkan, Gunung Lokon pada Oktober 1991 juga pernah meletus yang menimbulkan kerugian material mencapai Rp 1 miliar. Ribuan jiwa penduduk di Desa Kakaskasen I, Kakaskasen II, Kinilow dan Tinoor, ketika itu setempat diungsikan besar-besar ke sejumlah daerah yang dinilai tidak rawan karena atap ribuan rumah penduduk hancur dihantam batu dan debu setebal 15 sampai 20 cm. Dalam musibah tersebut, seorang wisatawan asal Swiss, Vivian Clavel yang berkunjung saat terjadi letusan hebat itu tidak dapat ditemukan. Ia dipastikan tewas tertimbun longsoran lahar dingin.

Senin, 04 Juli 2011

Senkom Mengawal Muda-Mudi di Pantai Molosing


Pada tanggal 26 Juni 2011,Senkom mitra Polri Kota Kotamobagu mengawal acara muda-mudi santai di pantai,acara ini diadakan setelah satu minggu muda-mudi di gembleng dalam acara pesantren kilat,sekaligus acara santai di pantai sebagai penutup acara pesantren kilat pemuda,pelajar dan mahasiswa 2011.
Selain  Sulut 01.10 Kang Aan juga hadir Komandan Ketua Senkom Kotamobagu Bpk.Suheriyanto,S.Km dengan keluarga,acar berjalan lancar dan barokah.
 

Ketua SENKOM Kotamobagu Bpk.Suheriyanto,S.Km dengan Keluarga

 Senkom Sulut 01.10 Op.Kang Aan dengan Keluarga




Minggu, 03 Juli 2011

Fun Bike Bhayangkara Ke-65

Akhir-akhir ini olah raga bersepeda di Kota Manado, bahkan seluruh kota yang ada di Sulawesi Utara kembali digalakkan. Hal tersebut  juga merupakan bagian dari kampanye bebas polusi asap kendaraan bermotor yang digaungkan oleh Pemerintah, atau yang lebih dikenal dengan istilah Car Free Day.



Dalam menunjang program Pemerintah, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara juga sudah beberapa kali melaksanakan olah raga sepeda santai atau fun bike. Baru-baru ini, tepatnya Minggu (26/6), Polda Sulut kembali menggelar iven fun bike yang berlokasi di kawasan Mega Mas Manado. Fun bike yang dilaksanakan oleh Polda Sulut merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Polda-Polda yang ada di tanah air dan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Bhayangkara ke-65.
sumber info Klik Disini 

Kronologi Erupsi Gunung Soputan




SABTU (2/7/2011)
Pukul 01.00-18.00 WITA: Terjadi 70 gempa vulkanik dalam
Pukul 23.00 WITA Status Gunung Soputan berubah dari waspada ke siaga
MINGGU (3/7/2011)

Pukul 00.24 WITA: Terjadi letusan kecil, disertai  (strombolian) asap kelabu tebal setinggi 750 meter dari bibir kawah.

Pukul  00.30 WITA: Keluar percikan-percikan api dan lava pijar kecil
Pukul 03.09 WITA: Awan panas mulai melunsur ke arah utara barat laut
Pukul 03.28 WITA: suara gemuruh disertai kilat di puncak gunung
Pukul 06.03 WITA masuk pada fase erupsi, menyemburkan material panas setinggi 6.000 meter. Aplitudo 44 mm.
Pukul 06.05 WITA: Petugas Pos Pengamatan Gunung Soputan  menyebarkan informasi ke pejabat Desa Maliku
Pukul 06.12 WITA:  Hujan abu vulkanik disertai awan panas yang mengarah ke sisi barat Gunung Soputan.
Pukul 09.00 WITA: Abu mulai menyebar ke Minahasa,Tomohon, Manado dan sekitarnya
Pukul 10.50 WITA: letusan mereda
Pukul 13.00 WITA: Aktivitas lelehan lava vijar dan abu vulkanik menurun. Amplitudo mencapai 0,5 mm.
Pukul 14.00 WITA: Aktivitas gunung kembali normal, tak terlihat lagi semburan awan panas.
Informasi lebih lanjut Klik disini

Sabtu, 02 Juli 2011

Binmas Kapolres Bolmong Mengisi Acara Peskil

`
Pada hari jum'at 24 juni 2011,AKP MOH.SJ.MONOARFA,S,Sos mengisi di salah satu acara Pesantren Kilat Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Kotamobagu SULUT,yang di hadiri sekitar 150 santriwan-santriwati.Dalam kesempatan ini Bpk.AKP MOH.SJ.MONOARFA,S.Sos di dampingi salah satu anggota SENKOM MITRA POLRI yaitu Kang Aan (Sulut 01.10) membawakan materi "Paparan Wawasan Nusantara (NKRI)"
Menurut beliau acara Pesantren seperti ini khususnya di Kota Kotamobagu sangatlah jarang di adakan oleh Organisasi Masyarakat,kebanyakan pemuda ketika liburan datang mereka sibuk mencari tempat untuk menghabiskan waktu liburanya,beliau merasa banggga remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia di waktu liburan datang bisa mengadakan acara-acara yang positif.